• Sekilas pintas Saka Bahari

    SEKILAS PINTAS SAKA BAHARI


    Sekilas = Skedar

    Pintas = sebagian kecil

    Saka = satuan karya

    Bahari = Laut

    • Jadi saka bahari adalah sebagian kecil dari satuan karya pramuka yang bergerak dalam bidang kelautan.

    • Krida Saka Bahari adalah jegiatan kecil dari saka bahari .krida saka bahari ada 4 :

    a. Krida sumber daya bahari yang meliputi dua bidang yaitu perikanan dan pretambangan.

    b. Krida saka bahari meliputi pengolahan daerah wisata dan olahraga air yang meliputi kecakapan

    c. Krida reksa bahari : Bahari, nafigasi & Komunikasi

    d. Kirda reksa bahari meliputi bidang peliharaan kapal ,bidang pemeliharaan instalasi listrik dan bidang alat bongkar muat

    PERAN KRIDA

    1. Lalu lintas kapal
    2. Pengoalahan ikan
    3. Pariwisata
    4. Hasil tambang & energi
    5. Sebagai bahan bangunan
    6. Pengembangan pesisir
    7. Pengebangan limbah indrustri dan hukum han kamrata (pertahanan rakyat jelata)

    LATAR BELAKANG BERDIRINYA SAKA BAHARI

    1. 2/3 wilayah Indonesia adalah lautan yang tersebar dalam 17ribu pulau lebih.
    2. Sejak aman dahulu Indonesia terkenal sebagai Negara maritime atau kelaut
    3. Dalam rangka menyukseskan wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakya, bangsa dan wilayahrepublik Indonesia, yang meliputi laut, udara, dan di atasnya sebagai satu kesatuan.Ketahana Nasional adalah kondisi dinamis suatu bangsa dalam menghadapi segala tantangan dan ancaman baik dating dari luar ataupun dari dalam negeri.

    SURVIVAL

    Secara etimologis, Survival berarti mempertahankan hidup.

    Survival adalah tindakan paling awal yang dilakukan makhluk hidup untuk mempertahankan hidupnya, dalam keadaan lingkungan yang membahayakan (darurat) selama mungkin, sampai mendapatkan pertolongan

    Orang-orang yang senang berpetualang, baik di gunung, di hutan atau di tempat-tempat lain, harus selalu sadar akan resiko yang akan ada pada kegiatan tersebut. Pengetahuan dan pemahaman akan resiko yang mungkin didapat merupakan suatu faktor yang penting dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan alam terbuka.

    Secara umum, sumber bahaya dapat berasal dari diri kita sendiri (subjective danger) dan yang berasal data lingkungan (objective danger).

    Subjective danger misalnya kelalaian, persiapan yang tidak matang, pengetahuan yang minimal. Karena sifatnya yang demikian, maka subjective danger ini masih berada di bawah penguasaan atau masih dapat kita kontrol.

    Objective danger merupakan bahaya yang mengancam dari lour kits, yang timbul dari lingkungan, misalnya gempa bumi, banjir, binatang boas, dun lain-lain.

    MACAM SURVIVAL

    1. Survival darat/hutan (Jungle Survival)

    Masalah yang dihadapi adalah medan yang berupa hutan, rawa binatang boas, suku primitif, kesulitan orientasi, dsb.

    Keuntungannya : Banyak sumber - sumber yang dapat dimanfaatkan misalnya air, binatang, makanan, bahan bivak, dsb .

    2. Survival Laut (Sea Survival)

    Masalah yang dihadapi adalah sunburn, gelombang laut, dingin, kurangnya makanan dan minum.

    3. Survival Padang Pasir (Dessert Survival)

    Masalah yang dihadapi adalah kurangnya air, suhu udara yang ekstrim, bahan makanan kurang, badai padang push.

    4. Survival Kutub (Polar Survival)

    Masalah yang dihadapi adalah suhu yang sangat dingin, binatang buas, badai salju, dsb.

    TINDAKAN DALAM MENGHADAPI KONDISI SURVIVAL

    Pentingnya mempertahankan hidup (survival) berkaitan dengan munculnya kondisi kritis.

    Hal yang akan dihadapi survivor mencakup 3 aspek :

    1. Psikologis : panik, takut, cemas, kesepian, bingung, tertekan, kebosanan.

    2. Fisiologis : sakit, lapar, haus, luka, lelah

    3. Lingkungan : panas, dingin, kering, badai, hujan.

    Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dan saling mempengaruhi. Aspek lingkungan dan fisiologis dapat mempengaruhi aspek psikologis. Banyak usaha yang dapat kita lakukan untuk dapat keluar (lolos) dari kondisi survival atau usaha meminimalisir resiko. Setiap huruf dari kata "SURVIVAL" merupakan singkatan dari langkah-langkah yang harus kita ingat bila kita dihadapkan pada kondisi survival :

    S : Size up the situation

    Sadarilah kondisi survival ini. Bagaimana kesehatan teman-teman maupun diri sendiri. Apakah ada yang cedera? Berapa banyak persediaan bahan makanan yang tersisa? Dalam lingkungan seperti apakah kita berada?

    U : Undue Haste Makes Waste

    Tindakan yang terburu-buru cenderung menghasilkan kesia-siaan. Berpikir dan bertindak dengan bijaksana. Setiap langkah harus dipikir dengan mendalam.

    R : Remember where you are

    Pengenalan akan lingkungan/daerah sekitar memberikan rasa kenal yang berpengaruh terhadap rasa aman. Apapun yang kita putuskan untuk diam ataupun mencari bantuan. Pengenalan medan merupakan hal yang esensial.

    V : Vanquish fear and panic

    Kuasailah rasa takut dan panik. Merasa takut adalah normal dan perlu. Takut merupakan reaksi tubuh yang normal dan berfungsi menyiapkan tubuh dalam menghadapi kondisi. Perlu, dengan ini diberikan tambahan energi pada tubuh bilamana diperlukan. Namun rasa takut harus dikuasai dan dikontrol. Bila tidak terkuasai maka rasa takut akan meningkat menjadi rasa panic. Panik akan mengakibatkan orang bertindak terburu-buru dan membuang energi. Panik juga dapat diakibatkan oleh rasa sepi, yang selanjutnya mengakibatkan putus asa.

    I : Improvice

    - Salah satu cara mengatasi rasa takut adalah mengisi waktu yang ada dengan kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan pada usaha mengatasi kondisi survival.

    - Menerima kondisi yang ada dan berdasarkan hal itu, merencanakan, mengusahakan kebutuhan-kebutuhan dasar dengan berimprovisasi.

    - Ubahlah cara pandang terhadap apa yang ada. Inilah hal yang terpenting dalam berimprovisasi. Sebuah balok tidaklah sekedar sebuah balok, tetapi dapat menjadi bahan dasar bivak, api, pakaian, dan sebagainya.

    V : Value living (Hargailah hidup)

    - Merupakan hal terpenting dalam kondisi survival. Bagaimana sikap kita terhadap hidup akan mempengaruhi kemampuan untuk dapat bertahan.

    - Orang dapat bertahan / berimprovisasi, dan dengan itu keluar dari kondisi survival karena mereka menghargai hidup atau tidak putus asa.

    A : Act like the natives

    Belajarlah dari penduduk setempat. Mereka lebih mengetahui dan menguasai medan. Jika bertemu dengan penduduk asli, bersikaplah ramah.

    L : Learn basic skills

    Belajar dan latihan teknik-teknik dasar. Jaminan yang terbaik adalah menguasai dan memahami teknik-teknik dan prosedur survival, sehingga merasuk dan dapat dikerjakan secara otomatis. Berlatihlah dan tambah/tingkatkan pengetahuan tentang survival.

    Dari kata-kata kunci di atas dapat disimpulkan bahwa survival lebih merupakan sikap mental daripada penguasaan pengetahuan. Meskipun demikian, hal ini tidak berarti bahwa pengetahuan diabaikan.

    Berhenti (stop) untuk berfikir (thinking), menguasai keadaan dan melihat memanfaatkan segala yang ada di sekitar (observe) untuk kemudian menyusun rencana (plan).

    S : Stop

    T : Thinking

    O : Observe

    P : Plan

    Perlindungan tidak hanya berupa bangunan yang kita dirikan, tetapi termasuk juga baju yang merupakan perlindungan terhadap sakit atau cedera. Jadi kegiatan yang harus diusahakan adalah :

    1. Perlindungan terhadap cuaca (panas, dingin, hujan, angin) dan factor-faktor medan (gunung, lembah, rawa, tebing, sungai, dan sebagainya).

    2. Perlindungan terhadap gangguan binatang.

    3. Perlindungan terhadap makanan/minuman yang membahayakan atau beracun.

    4. Perlindungan yang berasal dari dalam tubuh kita sendiri

    5. Perlindungan terhadap penyakit/cedera ataupun semakin memburuknya penyakit cedera tersebut (jika sudah terkena).

    PERMASALAHAN YANG DIHADAPI SURVIVOR

    Kondisi cuaca yang ekterm mengakibatkan survivor dimungkinkan akan menghadapi beberapa penyakit :

    Hypotermia : Jika suhu lingkungan lebih rendah dari suhu tubuh maka akan terjadi transfer panas dari tubuh ke lingkungan, sehingga akan menyebabkan hilangnya panas tubuh

    Sunburn : Kulit terbakar oleh sengatan matahari , biasanya terjadi di daerah yang tinggi di mana lapisan udara yang tipis dan intensitas ultra violet relatif tinggi

    Sunblind : Buta akibat dari mata mendapat pantulan sinar matahari secara intensif , biasanya terjadi di daerah bersalju atau laut. Untuk pencegahan disarankan memakai kaca mata sun-glasses.

    Heat Exhaustion : Muka pucat, rasa mulas, kepala pusing, badan lemah, kejang. Hal ini biasa terjadi di tempat yang tinggi dan lembab.

    Heat Stroke : Kulit panas, kering, keringat berhenti keluar, suhu tubuh naik, denyut jantung naik, sakit kepala dan muntah. Terjadi akibat sengatan matahari secara langsung.

    Heat Cramps : Kram akibat kehilangan garam di dalam tubuh. Kram terjadi pada otot yang bekerja secara terus-menerus.

    Combustion : Rusaknya jaringan tabuh akibat menggumpalnya protein yang terjadi karena tubuh terkena serangan matahari dalam waktu yang lama.

    Dehidrasi : Kekurangan cairan tubuh akibat aktifitas yang berlebihan, demam, minim air yang berkadar garam yang tinggi .

    Hypoksia : Mata berkunang - kunang, mual, kepala terasa berat akibat kekurangan kadar oksigen dalam udara yang dihisap.

    KEBUTUHAN DALAM SURVIVAL

    Kebutuhan utama dalam survival adalah sebagai berikut :

    1) Bivak

    Bivak adalah tempat istirahat sementara untuk menghindari diri dari terpaan angin udara dingin, hujan deras, untuk menjaga energi dan kondisi badan.

    Hal yang harus diperhatikan dalam membuat bivak :

    Pemilihan tempat :

    - Jangan di tempat yang terbuka (terhindar dari terpaan angin)

    - Usahakan cari areal yang datar dan kering,

    - Jangan terlalu masuk kelembahan karena pd malam hari akan dingin & lembab

    - Jangan terlalu dekat dengan sumber air (untuk menghindari binatang & banjir

    - Jangan di bawah tebing (menghindari guguran batu)

    - Jangan di dekat pohon kering, lapuk, pohon tinggi

    - Cari tempat yang mudah dijangkau (punggungan utama)

    Teknis mendirikan bivak tanah

    - Arah angin tegak lurus bivak.

    - Jangan membuat bivak terlalu tinggi.

    - Buat api unggun.

    - Alasi bivak dengan matras atau daun kering.

    Bahan untuk membuat bivak.

    - Tiang : ranting, bambu, pohon hidup.

    - Tali : tali ijuk, rafia, rotan, tali hidup

    - Alas : matras, ranting kering, daun kering.

    - Atap : ponco, kulit kayu; daun, bambu, plastik.


    2) Air

    Sangat diperlukan untuk setiap aspek kehidupan dan merupakan prioritas utama dalam survival.

    Jika kita kekurangan air dapat mengakibatkan dehidrasi (tubuh kekurangan cairan). Dehidrasi ini terjadi karena adanya proses penguapan dari tubuh. Keadaan dehidrasi yang berlebihan dapat juga menimbulkan kematian.

    Sumber Air

    Berdasarkan sumber air yang diperoleh, ada yang didapat secara langsung dan ada yang didapat secara tidak langsung.

    1. Langsung

    Contoh air yang didapat secara langsung :

    § Air Hujan

    § Mata air yang keluar dari celah batu, dan

    § Air hujan yang sengaja ditampung.

    Biasanya air yang didapat dari sumbernya langsung menunjukkan sifat fisik yang jernih dan bersih. Tapi belum tentu air tersebut aman untuk langsung diminum. Jadi hanya dengan dimasak terlebih dahulu air itu akan lebih aman diminum.

    2. Tak Langsung

    Contoh air yang didapat secara tak langsung :

    § Selokan kecil

    § Saluran kecil yang menggenang

    § Genangan air dalam celah batu

    § Memanfaatkan tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan untuk didapatkan airnya.

    Untuk air yang menggenang secara kebersihan secara fisik belum terjamin, sehingga tak dapat diminum langsung. Kekecualian ini tak dapat berlaku pada pemanfaatan tumbuhan dan buah yang dapat diambil airnya. Misalnya buah kelapa dapat langsung diminum airnya.

    Mengetahui sumber air sangatlah penting. Hal ini akan sangat berarti untuk memberikan perlakuan atau penempatan air tersebut untuk kebutuhan yang cocok.

    Perasaan yakin akan kebersihan dan keamanan dari air yang akan digunakan akan sangat membantu.

    Klasifikasi Air

    Klasifikasinya air dalam survival dapat kita bagi atas :

    1. Air yang dapat diminum langsung, syaratnya tidak berwarna dan tidak berbau. Contohnya adalah air dari mata air, sungai, danau, hujan. Jika tidak diperoleh sumber air, dapat dicari dari tumbuhan yang mengandung air dan tidak beracun.

    Jenis tumbuhan yang mengandung air adalah :

    - Tumbuhan yang beruas-ruas, misalnya rotan.

    - Tumbuhan yang merambat, misalnya lumut.

    - Tumbuhan khusus, contoh kantung semar.

    2. Air yang tercemar dan membutuhkan proses yang rumit sehingga bisa diminum. Contohnya adalah air belerang, air rawa dengan tingkat keasaman tinggi, air dari limbah pabrik, dan sebagainya.

    3. Air yang tercemar tapi dengan proses sederhana dapat diminum, seperti air yang tergenang, air berlumpur, air sungai besar, dan lainnya.

    Beberapa cara mencegah kehilangan air dalam tubuh ;

    1. Istirahat di tempat teduh, jangan terlalu banyak bergerak.

    2. Jangan merokok

    3. Jaga badan tetap sejuk.

    4. Kurangi makanan terutama yang berlemak.

    5. Jangan banyak bicara bernafas melalui hidung.

    Hal yang perlu diperhatikan adalah jika air menjadi suatu masalah yang kritis, jangan memakan sesuatupun. Sebab air hanya dipakai untuk melancarkan makanan melalui usus, tetapi juga melunakkan dan mencairkan makanan. Proses kimiawi antara makanan dan usus sendiri membutuhkan air.

0 komentar: